penyebab sakit gigi

Penyebab Sakit Gigi & Cara Mengobatinya

Gogeline – Sakit gigi memang menjadi momok bagi setiap orang dan hamper seluruh orang pernah mengalaminya. Meski begitu, penyebab sakit gigi masing-masing orang bisa berbeda dan mungkin tidak pernah disadari sebelumnya. Penyebab sakit gigi yang paling umum dan yang paling sering ditemui di masyarakat Indonesia karena gigi yang berlubang.

Selain gigi berlubang, ada beberapa penyebab sakit gigi yang lain, yang paling umum terjadi pada masyarakat, seperti:

penyebab sakit gigi

1. Tumbuh gigi bungsu

Tumbuhnya gigi bungsu bisa menjadi penyebab utama dari sakit gigi pasalnya gigi bungsu sering tumbuh dalam posisi miring hingga mendorong gigi geraham yang sudah ada, atau tumbuh berdesakan di tempat yang terlalu ramai. Sakitnya bisa berupa nyeri berdenyut tajam tiba-tiba, yang berlangsung sebentar atau lanjut berhari-hari. Tak jarang, gigi bungsu yang tumbuh juga bisa sampai menyebabkan sakit kepala hebat dan nyeri rahang.

Untuk mengatasi sakit gigi yang disebabkan pertumbuhan gigi bungsu adalah dengan mencabut gigi bungsu itu sendiri. Oleh sebab itu, jika keluhan sakit gigi Anda terus menjadi-jadi, buat janji dengan dokter gigi sesegera mungkin. Sementara menunggu janji cabut gigi, Anda dapat meredam rasa sakitnya dengan berkumur air garam atau minum obat penghilang nyeri yang banyak dijual bebas di toko obat.

2. Tambalan lepas

Ketika tambalan gigi Anda melonggar, patah, retak, atau lepas, rasa sakit akibat gigi bolong bisa kembali setiap Anda makan atau minum. Nyerinya dapat berupa rasa sakit tajam yang timbul-tenggelam atau senat-senut saat menggigit area tersebut. Anda juga mungkin merasa bahwa gigi yang sakit tersebut menjadi sangat sensitif. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan pergi ke dokter gigi untuk ditambal kembali. Sementara menunggu jadwal tambal gigi, redakan sakit dengan berkumur air garam atau minum obat sakit gigi yang dibeli di warung dekat rumah.

3. Menggeretakkan gigi

Kebiasaan ini juga bisa membuat gigi menjadi sakit, pasalnya kebiasaan ini dapat merusak saraf dalam mulut, yang akhirnya menjadi penyebab sakit gigi. Namun, kebanyakan orang tidak sadar mereka sudah lama melakukan hal ini, terutama saat tidur. Sementara bagi yang lain, mereka sadar betul terbiasa melakukannya saat sedang stres, tegang, atau cemas.

Sampai saat ini tidak ada obat yang bisa membantu Anda untuk berhenti menggeretakkan gigi. Namun, ada baiknya segera ubah kebiasaan buruk ini untuk mencegah kerusakan gigi yang lebih parah. Anda juga bisa konsultasi ke dokter mengenai cara perawatan gigi yang tepat. Dokter gigi mungkin dapat menganjurkan Anda memakai retainer (behel lepasan) selama tidur untuk menghentikan Anda menggeretakkan gigi tanpa sadar. Selain itu, kebiasaan buruk ini seringkali dipicu oleh stres yang terpendam dalam diri. Maka usahakanlah untuk mengatasi stres harian dengan cara yang baik.

4. Gigi patah atau retak

Kadang, Anda mungkin sudah telanjur sakit gigi tapi tidak jelas apa penyebabnya. Tidak ada gigi yang bolong atau nyeri di gusi sedikit pun. Sakit gigi dengan nyeri tumpul tanpa alasan jelas dapat menandakan gigi Anda retak atau patah. Patahannya mungkin terlalu kecil untuk dapat dilihat oleh mata telanjang sehingga tidak pernah diketahui. Ketika retakannya parah, saraf di dalam atau bawah gigi bisa terkena hingga barulah menyebabkan rasa ngilu yang menyakitkan.

Keretakan gigi mungkin terjadi karena kebiasaan mengunyah yang buruk, menggeretakkan gigi, cedera gigi, melemahnya gigi karena tambalan besar, dan sebagainya. Terlebih, retakan tersebut bisa jadi tempat persembunyian bagi bakteri untuk kerusakan dan masalah gigi lebih lanjut.

Gigi yang retak atau patah dapat diobati dengan berkonsultasi ke dokter gigi. Dokter gigi akan memeriksa lokasi gigi yang patah sambil mengevaluasi penyebab yang mendasarinya.

Selain pemeriksaan fisik, Anda mungkin membutuhkan tes pendukung lainnya. Jika penyebabnya sudah diketahui secara pasti, barulah dokter gigi dapat menentukan pengobatan yang tepat bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *