penyakit kulit pada bayi

Ini Dia Penyakit Kulit Pada Bayi Yang Sering Terjadi

Gogeline – Bayi yang masih dalam masa pertumbuhan memang rentan terhadap serangan virus atau kuman, biasanya ini mengakibatkan timbulnya Penyakit Kulit Pada Bayi.

Memang sebenarnya penyakit kulit bisa menyerang siapa saja, tidak mengenal suku bangsa, jenis kelamin atau umur. Namun Karena anatomi kulit yang sangat berbeda dengan orang dewasa, bayi merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap gangguan kulit.

Bayi-bayi yang baru lahir sampai berumur satu tahun paling rentan terhadap penyakit kulit yang disebabkan lapisan kulit mereka belum sempurna. Pasalnya dibutuhkan waktu hingga satu tahun bagi epidermis kulit untuk berkembang dengan cepat dan berfungsi secara efektif.

Pada bayi, struktur kulitnya lebih tipis, ikatan antar selnya lebih lemah dan lebih halus. Kulit bayi juga memiliki pigmen yang lebih sedikit, dan tidak mampu mengatur temperatur seperti halnya anak-anak dengan usia lebih tua atau orang dewasa.

Munculnya kemerahan dan peradangan pada kulit merupakan salah satu gejala dari reaksi alergi pada tubuh bayi. Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit kulit yang umum dijumpai pada bayi.

penyakit kulit pada bayi

1. Biang Keringat

Penyakit ini memang tidak terlalu berbahaya, namun tetap harus ditanngani secara serius karena sangat tidak nyaman pada kulit bayi, secara klinik biang keringat atau lebih dikenal dengan sebutan miliaria, biasanya terjadi pada leher, wajah, punggung, atau bokong bayi. Biang keringat dapat disebabkan karena udara panas, cuaca lembab, dan pakaian yang ketat disaat aktifitas bayi sangat tinggi. Untuk menanggulangi biang keringat orang tua sedapat mungkin menghindarkan bayi Anda dari suhu yang terlalu panas dan berikan pakaian yang longgar. Dengan begitu, ruam akan terlihat lebih baik dalam waktu sekitar 30 menit.

2. Intertrigo

Penyakit ini umumnya terjadi pada bayi yang terlalu gemuk, karena penyakit ini mengacu pada suatu peradangan pada lipatan tubuh. Hal ini biasanya terletak di paha bagian dalam, ketiak, dan bagian bawah payudara atau perut. Lipatan tersebut membuat kulit tampak merah, gatal dan menyebabkan rasa sakit bila terjadi gesekan. Bila terjadi intertrigo pada bayi sebaiknya orang tua harus melakukan beberapa hala seperti, Cuci bagian dalam lipatan kulit bayi Anda dengan air dan oleskan krim penghalang zinc-oxide atau petroleum jelly untuk melindungi kulit bayi. Penyakit ini biasanya disebabkan karena lembab berlebihan pada lipatan bayi, yang tidak pernah mendapatkan udara.

3. Eksim

Eksim dapat muncul di manapun pada tubuh bayi mulai dari usia 3 sampai 4 bulan, meskipun sangat jarang ditemukan di daerah bekas pemakaian popok. Eksim atau sering disebut eksema, atau dermatitis adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh atau gelembung kecil (vesikel) pada kulit hingga akhirnya pecah dan mengeluarkan cairan. Kondisi yang lebih parah, penyakit ini juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, mengeluarkan nanah, dan kerak.

4. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah inflamasi pada kulit yang terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi atau menyebabkan reaksi alergi. Dermatitis kontak akan menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar. Penyebab penyakit ini berbmacam tergantung tempat terjadinya penyakit ini. Jika ruam terjadi di seluruh tubuh bayi Anda, maka sabun atau deterjen mungkin menjadi salah satu penyebabnya. Jika dada dan lengan yang terkena, pelakunya bisa dari baju yang kotor.

Pada kasus ringan dan sedang, penghindaran bahan iritan (penyebab iritasi) dan penggunaan krim yang mengandung hidrokortison (kortikosteroid) dapat membantu mengurangi gatal dan kemerahan di kulit. Pada kasus yang berat, obat yang diminum jenis kortikosteroid dan antiradang diperlukan untuk mengurangi peradangan dan gatal. Sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum menggunakan krim hidrokortison atau antihistamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *