rekasadana pendapatan tetap

Pahami 5 Hal sebelum Memilih Reksadana Pendapatan Tetap

Gogeline – Reksadana pendapatan tetap mulai dibicarakan banyak orang sebagai pilihan investasi yang dianggap menggiurkan. Anggapan tersebutlah yang kemudian membuat banyak orang lantas tertarik di bidang yang satu ini. Namun untuk bisa mendapatkan keuntungan dari bidang ini, maka Anda harus memahami 5 hal penting ini sebelum memilihnya!

rekasadana pendapatan tetap

1. Kupon dan Kebijakan Bagi Hasil Reksadana

Hal pertama yang mesti Anda perhatikan sekaligus pahami sebelum memilih jenis reksadana yang satu ini adalah kebijakan bagi hasilnya. Kebijakan bagi hasil ini juga terbilang penting supaya Anda mendapatkan keuntungan seperti yang diinginkan. Hanya saja perlu diketahui bahwa tidak semua jenis reksadana memiliki kebijakan bagi hasil yang bagus.

Jadi penting sekali bagi Anda untuk mengetahui jenis reksadana mana yang memberikan kebijakan ini. Kebijakan bagi hasil ini sendiri merupakan pembagian dividen setiap bulannya. Memang benar, kebijakan bagi hasil apabila dilihat sekilas bisa memberikan keuntungan yang besar. Namun di sisi lain, hal ini juga bisa mengakibatkan NAB per up Reksadana menjadi turun.

2. Jatuh Tempo dan Kebijakan Investasi

Sebenarnya untuk jenis Reksadana yang satu ini kurang tepat apabila disebut dengan jatuh tempo. Soalnya yang jatuh tempo adalah bagian obligasinya dan tidak secara keseluruhan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bagian manajer investasi ini ketika obligasi tersebut ternyata mengalami jatuh tempo. Jadi kebijakan manajer investasi inilah yang dijadikan pertimbangan.

Soalnya manajer investasi ini sendiri bisa dibilang akan melakukan berbagai keputusan sekaligus kebijakan yang penting. Salah satu kebijakan tersebut adalah dengan menjual obligasi yang dimiliki dan menukarnya dengan obligasi yang lebih menjanjikan. Bahkan kegiatan ini bisa dilakukan sebelum obligasi tersebut ternyata jatuh tempo dari waktunya.

3. Rating Obligasi

Hal berikutnya yang juga mesti Anda pahami sebelum memilih reksadana pendapatan tetap adalah rating obligasi itu sendiri. Soalnya kebanyakan reksadana yang berinvestasi pada obligasi yang diterbitkan maka memiliki risiko tersendiri. Risiko yang paling besar adalah apabila perusahaan tersebut ternyata gagal melakukan pembayaran tepat waktunya.

Jadi bisa dibilang, semakin baik kemampuan perusahaan dalam membayar obligasi maka otomatis rating yang dimiliki juga akan semakin baik. Sesuatu yang pastinya bisa dijadikan pertimbangan penting bagi Anda sebelum memilih jenis Reksadana ini. Jadi perhatikan rating dari perusahaan tersebut, apakah tergolong tinggi atau malah tergolong rendah?

4. Dampak Perubahan Suku Bunga

Perubahan pada suku bunga juga mesti menjadi hal yang tidak boleh Anda lewatkan begitu saja. Perlu diketahui bahwa teori yang berlaku adalah perubahan suku bunga memiliki dampak yang terbalik bagi obligasi. Contoh sederhananya adalah ketika tingkat suku bunga naik maka harga dari obligasi akan mengalami penurun. Begitu juga sebaliknya.

Selain itu, inflasi juga memegang peranan tersendiri bagi Anda yang memilih jenis reksadana yang satu ini. Soalnya apabila inflasi tergolong rendah maka akan langsung berdampak rendah pada obligasi dan reksadana. Begitupula yang akan terjadi sebaliknya apabila inflasi tergolong tinggi maka akan memberikan efek secara langsung juga.

5. Modified Duration

Hal terakhir yang mesti ikut diperhatikan juga adalah modified duration. Bagi Anda yang tergolong awam mungkin masih asing dengan istilah yang satu ini. Sederhananya ini merupakan istilah untuk tingkat sensitivitas perubahan harga obligasi dengan tingkat suku bunga yang juga berubah.

Jadi bagi Anda yang memang tertarik untuk bisa memiliki reksadana pendapatan tetap maka jangan langsung terburu-buru. Ada beberapa hal yang mesti diketahui sekaligus diperhatikan. Tidak terkecuali seperti lima hal yang sudah dijelaskan di atas barusan agar Anda mendapatkan keuntungan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *