bisnis pelayaran

Meningkatnya Bisnis Pelayaran dan Cara Mengelola Risikonya

Gogeline – Dalam perkembangannya jumlah perusahaan pelayaran di Indonesia terus meningkat, baik milik negara maupun bisnis usaha yang dikelola oleh swasta. Bisnis yang dijalankan dengan memiliki berbagai macam jenis kapal yang menyokong di berbagai kegiatan mulai dari angkutan barang, angkutan penumpang hingga kegiatan sosial.

Menurut INSA (Indonesia National Shipowner Association) — sebuah organisasi sebagai wadah para pengusaha pelayaran yang didirikan pada tahun 1967 dan satu-satunya organisasi perusahaan pelayaran yang diakui oleh pemerintah Indonesia; jumlah armada kapal di Indonesia telah mencapai 24.046 unit per tahun 2016 melonjak dari jumlah 6.041 unit pada tahun 2005 yang terdiri dari armada angkutan laut pelayaran dan angkutan laut khusus.

Meningkatnya jumlah kapal tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan pelayaran nasional sejak Asas Cabotage diterapkan pada tahun 2005. Hal tersebut yang mendorong investasi dalam pengadaan kapal dan bisnis pelayaran makin meningkat. Namun, walaupun meningkat, selalu ada berbagai risiko di bisnis dan industri pelayaran. Berikut adalah risiko yang harus diperhitungkan:

  1. Risiko Operasional, mulai dari sumber daya manusia (SDM), teknologi, pajak, regulasi, pemerintah dan kompetisi.
  2. Risiko Alam, mulai dari cuaca, gempa yang mengakibatkan tsunami, dan risiko alam di lautan yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Risiko Keuangan, mulai dari biaya operasional, biaya modal hingga biaya tarif sewa.
  4. Risiko Terorisme, yang sering dianggap sepele namun sering terjadi misalnya kasus perompak Somalia dan pembajakan kapal Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf tahun 2016 di Philipina.

Melakukan manajemen risiko di bisnis pelayaran sangatlah penting. Dalam bisnis pelayaran terdapat empat manajemen risiko bisnis yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Melakukan identifikasi risiko
  • Melakukan penilaian risiko
  • Melakukan penerapan pengendalian untuk mengurangi dan pencegahan risiko
  • Melakukan pemantauan efektivitas pengendalian risiko.

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finansial adalah dengan memiliki Asuransi yang dapat memberikan pertanggungan bagi pemilik kapal, pengelola dan penyedia jasa sewa kapal terhadap kerusakan atau kerugian yang muncul sebagai akibat terjadinya risiko pelayaran dan bahaya laut. Berikut adalah beberapa jenis asuransi di bisnis pelayaran:

bisnis pelayaran

Hull Insurance

Asuransi terhadap kerugian yang disebabkan oleh kerusakan atau kehancuran kapal. Hull Insurance mencakup semua barang dan perabot yang ada di kapal. Apabila kapal rusak maka pemilik kapal akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi. Jenis asuransi ini juga banyak dipilih pemilik kapal untuk menghindari kehilangan kapal apabila terjadi kecelakaan.

Cargo Insurance

Asuransi cargo mencakup kerusakan fisik atau hilangnya barang ketika dalam perjalanan laut. Asuransi ini menawarkan banyak keuntungan apabila dikelola dengan baik. Apabila dalam proses perjalanan laut, kargo rusak dan berpengaruh terhadap barang yang diangkut maka pemilik akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Freight Insurance

Asuransi pengangkutan atau freight insurance menawarkan serta memberikan perlindungan bagi perusahaan kapal dagang dalam proses pengiriman barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Pada umumnya pembayaran proses pengiriman dilakukan di muka atau setelah barang telah sampai tujuan dengan aman. Dengan asuransi pengangkutan ini, risiko kemungkinkan kehilangan uang karena beberapa peristiwa dan kecelakanan dapat dihindari.

Liability Insurance

Ini merupakan jenis asuransi kelautan dimana kompensasi dibeli untuk memberikan segala kewajiban yang terjadi akibat kecelakaan laut atau tabrakan kapal. Dalam proses pengiriman atau pelayaran, risiko tabrakan antara kapal tentu masih ada. Kejadian tersebut juga berisiko barang hilang. Asuransi ini memberikan kompensasi atas kewajiban tersebut.

Untuk dapat membeli produk asuransi bisnis pelayaran secara tepat dan sesuai kebutuhan, gunakan bantuan profesional misalnya perusahaan broker asuransi dan konsultan risiko untuk melakukan manajemen risiko dalam perusahaan industri pelayaran secara menyeluruh, efektif dan efisien. Melalui broker asuransi, manfaat perlindungan pun dapat diperluas sesuai risiko bisnis.

Meningkatnya Bisnis Pelayaran dan Cara Mengelola Risikonya

 Dalam perkembangannya jumlah perusahaan pelayaran di Indonesia terus meningkat, baik milik negara maupun bisnis usaha yang dikelola oleh swasta. Bisnis yang dijalankan dengan memiliki berbagai macam jenis kapal yang menyokong di berbagai kegiatan mulai dari angkutan barang, angkutan penumpang hingga kegiatan sosial.

Menurut INSA (Indonesia National Shipowner Association) — sebuah organisasi sebagai wadah para pengusaha pelayaran yang didirikan pada tahun 1967 dan satu-satunya organisasi perusahaan pelayaran yang diakui oleh pemerintah Indonesia; jumlah armada kapal di Indonesia telah mencapai 24.046 unit per tahun 2016 melonjak dari jumlah 6.041 unit pada tahun 2005 yang terdiri dari armada angkutan laut pelayaran dan angkutan laut khusus.

Meningkatnya jumlah kapal tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan pelayaran nasional sejak Asas Cabotage diterapkan pada tahun 2005. Hal tersebut yang mendorong investasi dalam pengadaan kapal dan bisnis pelayaran makin meningkat. Namun, walaupun meningkat, selalu ada berbagai risiko di bisnis dan industri pelayaran. Berikut adalah risiko yang harus diperhitungkan:

  1. Risiko Operasional, mulai dari sumber daya manusia (SDM), teknologi, pajak, regulasi, pemerintah dan kompetisi.
  2. Risiko Alam, mulai dari cuaca, gempa yang mengakibatkan tsunami, dan risiko alam di lautan yang bisa terjadi setiap saat.
  3. Risiko Keuangan, mulai dari biaya operasional, biaya modal hingga biaya tarif sewa.
  4. Risiko Terorisme, yang sering dianggap sepele namun sering terjadi misalnya kasus perompak Somalia dan pembajakan kapal Indonesia oleh kelompok Abu Sayyaf tahun 2016 di Philipina.

Melakukan manajemen risiko di bisnis pelayaran sangatlah penting. Dalam bisnis pelayaran terdapat empat manajemen risiko bisnis yang harus dipenuhi, antara lain:

  • Melakukan identifikasi risiko
  • Melakukan penilaian risiko
  • Melakukan penerapan pengendalian untuk mengurangi dan pencegahan risiko
  • Melakukan pemantauan efektivitas pengendalian risiko.

Salah satu cara untuk meminimalisir risiko kerugian secara finansial adalah dengan memiliki Asuransi yang dapat memberikan pertanggungan bagi pemilik kapal, pengelola dan penyedia jasa sewa kapal terhadap kerusakan atau kerugian yang muncul sebagai akibat terjadinya risiko pelayaran dan bahaya laut. Berikut adalah beberapa jenis asuransi di bisnis pelayaran:

Hull Insurance

Asuransi terhadap kerugian yang disebabkan oleh kerusakan atau kehancuran kapal. Hull Insurance mencakup semua barang dan perabot yang ada di kapal. Apabila kapal rusak maka pemilik kapal akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi. Jenis asuransi ini juga banyak dipilih pemilik kapal untuk menghindari kehilangan kapal apabila terjadi kecelakaan.

Cargo Insurance

Asuransi cargo mencakup kerusakan fisik atau hilangnya barang ketika dalam perjalanan laut. Asuransi ini menawarkan banyak keuntungan apabila dikelola dengan baik. Apabila dalam proses perjalanan laut, kargo rusak dan berpengaruh terhadap barang yang diangkut maka pemilik akan mendapatkan ganti rugi dari perusahaan asuransi.

Freight Insurance

Asuransi pengangkutan atau freight insurance menawarkan serta memberikan perlindungan bagi perusahaan kapal dagang dalam proses pengiriman barang dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain. Pada umumnya pembayaran proses pengiriman dilakukan di muka atau setelah barang telah sampai tujuan dengan aman. Dengan asuransi pengangkutan ini, risiko kemungkinkan kehilangan uang karena beberapa peristiwa dan kecelakanan dapat dihindari.

Liability Insurance

Ini merupakan jenis asuransi kelautan dimana kompensasi dibeli untuk memberikan segala kewajiban yang terjadi akibat kecelakaan laut atau tabrakan kapal. Dalam proses pengiriman atau pelayaran, risiko tabrakan antara kapal tentu masih ada. Kejadian tersebut juga berisiko barang hilang. Asuransi ini memberikan kompensasi atas kewajiban tersebut.

Untuk dapat membeli produk asuransi bisnis pelayaran secara tepat dan sesuai kebutuhan, gunakan bantuan profesional misalnya perusahaan broker asuransi dan konsultan risiko untuk melakukan manajemen risiko dalam perusahaan industri pelayaran secara menyeluruh, efektif dan efisien. Melalui broker asuransi, manfaat perlindungan pun dapat diperluas sesuai risiko bisnis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *