obat jamur kulit

Mengenal Obat Jamur Kulit Paling Ampuh

Gogeline – Memiliki penyakit kulit memang sangat mengganggu. Ada beberapa penyakit kulit yang dapat mengganggu kenyamanan beraktivitas diantaranya kutu air, panu, gatal di area selangkangan, atau kurap. Semua penyakit kulit tersebut memerlukan obat jamur kulit yang ampuh agar cepat hilang dan tidak kembali kambuh. Ada banyak pilihan obat yang dapat Anda gunakan untuk membasmi jamur kulit baik dalam resep dokter atau tanpa resep dokter.

Jenis obat jamur kulit bervariasi, ada yang berbentuk tablet dan krim atau salep. Biasanya obat jamur kulit dengan resep dokter berbentuk tablet dan berlabel bulatan merah berhuruf K pada bagian tengahnya. Sedangkan obat jamur kulit tanpa resep dokter berbentuk krim atau salep dan mudah ditemukan di Apotek sekitar dengan berbagai merek dagang.

obat jamur kulit

Jenis-Jenis Jamur Kulit

Sebelum menggunakan obat jamur kulit, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu apakah benar-benar mengalaminya. Agar tidak memperburuk keadaan, Anda perlu memahami bentuk dan ciri-ciri infeksi jamur pada kulit.

Dermatomikosis atau biasa disebut infeksi jamur kuku ini merupakan infeksi jamur yang terjadi pada permukaan tubuh. Infeksi ini tidak hanya menyerang kulit tubuh saja, tetapi juga menyerang kulit kepala dan kuku. Berikut ciri-ciri kulit Anda jika terserang infeksi jamur :

  • Kulit berubah warna menjadi pink, putih, atau coklat dan memiliki bercak bersisik
  • Rambut atau bulu pada kulit menjadi rontok
  • Daerah yang terjangkit perlahan menyebar dan melebar
  • Rasa gatal saat berkeringat di daerah yang terkena infeksi jamur

Jika Anda mengalami ciri kulit seperti diatas, besar kemungkinan Anda terjangkit jamur kulit. Untuk mengetahui cara penanganannya, sebaiknya ketahui jenis jamur kulit yang sedang menyerang kulit Anda. Adapun beberapa jenis infeksi jamur yang dapat menyerang kulit.

Jenis Infeksi Jamur dan Ciri Khasnya

  • Panu (Tinea Vesikolor)

Mungkin penyakit satu ini terdengar familiar bagi Anda. Saat panu atau Tinea Vesikolor mulai menginfeksi, kulit akan mengalami perubahan warna dengan munculnya bercak putih. Panu biasanya sering terjadi di area punggung, leher, dada, dan lengan bagian atas. Bercak tersebut memiliki tekstur halus, sedikit menimbul, dan juga terasa gatal terutama saat berkeringat. Jika tidak segera ditangani, area yang terkena infeksi akan semakin meluas dan menimbulkan ketidaknyamanan.

  • Kurap (Tinea Corporis)

Kurap sering ditandai dengan rasa gatal dan kemunculan bulatan atau lingkaran kecil pada kulit. Bulatan tersebut berwarna merah kecoklatan dan bersisik pada bagian tepi serta kemerahan akibat meradang pada bagian tepi aktif. Sedangkan pada bagian tengah bersifat kurang aktif atau bahkan terlihat seperti kulit normal (central healing). Bulatan tersebut sering disebut sebagai ringworm lantaran bentuknya yang seperti cincin.

  • Kutu air (Tinea Pedis)

Penyakit ini ditemukan pada area kaki terutama pada sela-sela antar jari kaki. Gejala utama yang timbul biasanya muncul kemerahan dan rasa gatal. Tidak jarang penderita kurap juga mengalami keretakan dan pengelupasan pada telapak kaki bahkan merasakan perih dan nyeri saat terkena air. Lepuhan pada area yang terjangkit dapat menyebar ke pangkal paha, telapak kaki, ketiak atau tangan jika terus menerus digaruk dan disentuh.

  • Jamur Selangkangan (Tinea Cruris)

Jika area selangkangan Anda terasa gatal, bisa jadi jamur kulit sedang berkembang. Ciri dari jamur ini hampir sama dengan kurap. Rasa gatal dan kemerahan mengindikasi adanya jamur kulit. Tapi tidak semua rasa gatal disebabkan oleh jamur. Pastikan Anda memperhatikan dengan jelas penyebabnya sebelum memberikan obat.

  • Obat Jamur Kulit Krim Tanpa Resep

Untuk mengobati penyakit diatas, Anda perlu menggunakan beberapa obat yang dijual bebas di Apotek terdekat. Sebelum membeli pastikan Anda mengetahui fungsi dan cara kerja dari obat tersebut. Berikut beberapa obat yang dapat Anda gunakan dengan aman tanpa resep dokter :

  •  Terbinafine Hydrochloride

Obat jamur kulit ini dapat mengatasi Tinea Cruris, Tinea Corporis, dan kutu air dengan menghambat epoxidase sehingga sel jamur akan kekurangan ergosterol dan menyebabkan kematian sel jamur. Terbinafine Hydrochloride umumnya digunakan pada area yang terjangkit jamur sebanyak 2 kali sehari. Obat ini juga memiliki efek samping seperti rasa panas, kulit kering, dan iritasi kulit. Jika Anda menderita ketiga penyakit jamur tersebut, cobalah untuk menggunakan Terbinafine Hydrochloride dengan merk dagang Lamisil Cream atau Interbi Cream.

  • Tolnaftate

Tolnaftate memiliki kandungan zat yang diketahui dapat merusak hifa dan misela yang berperan dalam pertumbuhan jamur. Selain untuk mengobati, Tolnaftate juga dapat mencegah pertumbuhan jamur kulit dengan mengoleskan sebanyak 2 kali sehari. Obat ini dapat Anda temukan di Apotek dengan merek dagang Tinactin cream dengan penggunaan 2-4 minggu atau 4-6 minggu pada beberapa penderita akut.

  • Clotrimazole dan Miconazole

Obat ini dapat menghambat biosintesis ergosterol dan sterol lainnya sehingga membran sel jamur yang akan membuat intrasel jamur menjadi rusak dan mati. Obat ini dapat digunakan untuk mengobati Tinea Pedis, Tinea Cruris, dan Tinea Corporis. Umumnya, penderita menggunakan obat ini hanya 2 kali sehari selama 2-4 minggu pemakaian. Obat yang menimbulkan rasa panas pada kulit dan iritasi ringan ini dapat Anda temui dengan merek dagang Fungiderm (clotrimazole) dan Daktarin (miconazole).

  • Butenafine Hydrochloride

Obat oles ini dapat digunakan untuk mengobati jamur kutu air, jamur di selangkangan, dan kurap. Butenafine Hydrochloride ini memiliki cara kerja yang sama dengan Terbinafine yakni menghambat epoxidase yang akan membuat sel jamur mati. Anda dapat menggunakan obat ini dengan merek dagang Lotrimin Ultra.

  • Obat Jamur Kulit Tablet Dengan Resep Dokter

Selain obat jamur kulit dalam bentuk krim, Anda juga dapat mengkonsumsi obat minum jika infeksi jamur kulit telah meluas dan merasa penggunaan krim saja tidak cukup. Namun, untuk mengkonsumsi obat ini, Anda perlu pemeriksaan dan anjuran dari dokter.

  •  Griseofulvin

Antibiotik yang bersifat fungistatik ini dapat menghambat pertumbuhan berbagi spesies dari Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Griseofulvin dapat digunakan untuk mengobati jamur kulit, kuku, dan kulit kepala. Anda dapat mengkonsumsi Griseofulvin dengan dosis 500-1000 mg per hari. Namun, untuk mengkonsumsi obat ini, Anda perlu rujukan dari dokter sesuai dengan tingkat keparahan penyakit, kondisi kesehatan, dan respon pasien terhadap obat.

  • Ketoconazole

Obat anti jamur ini merupakan turunan dari imidazole sintesis. Bekerja dengan menghambat kerja enzim sitokrom p450 pada membran sel jamur, sehingga sinstesa ergosterol terganggu. Ketoconazole memiliki mekanisme kerja yang sangat baik sehingga dinobatkan sebagai obat jamur paling ampuh membasmi panu, kutu air, kurap, dsb. Tersedia dalam bentuk tablet 200 mg, Ketoconazole dapat dikonsumsi 1 kali sehari saja setelah makan dalam rentang 1-6 bulan. Adapun beberapa merek dagang dari Ketoconazole, seperti Mycoral, Nyzoral, Zoralin, dll.

  • Terbinafine

Terbinafine dapat digunakan untuk mengobati infeksi jamur selangkangan, tubuh, kuku, kaki, dan kulit kepala. Obat ini tersedia dalam bentuk butiran dan tablet. Terbinafine dapat dikonsumsi berdasarkan berat badan pasien, biasanya 250 mg sekali sehari selama rentang 6 minggu. Contoh obat dengan kandungan Terbinafine antara lain Termisil, Interbi, Lamisil Tablet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *